Kamis, 26 Februari 2009

Membuat PC Secepat Kilat

logo-xp

· Booting Secepat Kilat

Booting windows XP dapat lebih dioptimalkan dan dipercepat. Penyebab lambatnya proses boot pada windows XP, yaitu banyaknya proses tidak penting dan penuhnya folder ‘Startup’ membuat Windows berjalan lambat layaknya keong.

Bila sebuah program aktif secara otomatis tetapi bukan sebagai service, mungkin ia berada dalam folder ‘Start-Up’. Pada kasus ini juga dibutuhkan pembersihan besar-besaran. Melalui ‘Start ,Run’, masukkan perintah msconfig maka ‘System Configuration’ akan terbuka, pindahlah ke tab ‘Startup’. Nonaktifkan entri yang ada sebanyak mungkin. Tools seperti ‘Acrobat Reader’bisa Anda jalankan bila dibutuhkan. Bila Anda tidak mengetahui arti entrientri tersebut, kunjungi www.file.net/process/index.html dan masukkan nama proses tersebut ke kolom pencarian. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui, entri tersebut milik program mana, apa fungsinya, dan apakah benar dibutuhkan.

· Menonaktifkan service yang tidak berguna

Ada banyak service yang mencantumkan diri sebagai service Windows agar bisa ikut aktif secara otomatis bersama Windows. Untuk antivirus dan program otomatisasi mungkin berguna, tetapi QuickTime dan sejenisnya lebih baik dijalankan secara manual.

Nonaktifkan service semacam itu melalui konfigurasi sistem. Langkah dalam XP: Melalui ‘Start ,Run’, masukkan perintah Msconfig

Dalam window ‘System Configuration’,

pindahlah ke tab ‘Services’. Di sana, aktifkan ‘Hide all Microsoft Services’. Dari service service yang ditampilkan, nonaktifkan service sebanyak mungkin kecuali antivirus dan service yang berguna.

· Bekerja Secepat Kilat

Kecepatan kerja Anda tidak akan berarti bila Windows bekerja dengan kecepatan keong. Dengan tool-tool gratis dan tweaking registry, percepat sistem Anda!

· Defragmentasi otomatis

Semakin lama Anda menggunakan sebuah harddisk, kinerja harddisk tersebut pun akan semakin lambat. Defragmentasi adalah solusinya. Agar Anda tidak perlu melakukannya secara manual, buat proses ini bekerja secara otomatis. Solusi yang sangat baik, gratis, mandiri, dan juga hemat resource ditawarkan pasangan ‘DirMS’ dan ‘Buzzsaw’. Keduanya tersedia di download box pada blog ini. Program freeware ini mencantumkan diri sebagai service Windows dan otomatis aktif bersama system operasi.

Langkah pertama, install dan jalankan DirMS, lalu lakukan hal yang sama dengan Buzzsaw. DirMS bertugas mendefragmentasi dan Buzzsaw menjamin agar proses berlangsung ‘on-the-fly’ (di latar belakang) selama Anda bekerja. Anda tidak perlu mengubah konfigurasi default program, tetapi disarankan untuk memeriksa status servicenya setelah restart. Untuk itu, klik ‘Start |Run’ dan masukkan perintah

services.msc

Dalam window ‘Services’, carilah entri ‘Buzzsaw_Defragmentation’ dan ‘DirMS_Defragmentation’. Di bawah ‘Startup Type’ harus tercantum ‘Auto’ untuk kedua entri tersebut.

· Memperbesar Master File Table (MFT)

MFT berisi semua informasi mengenai file dan folder pada hard disk. Sayangnya, Microsoft membuat MFT yang terlalu kecil.

Bila Anda memiliki banyak data pada hard disk, kinerja Windows melambat karena harus selalu menyingkirkan data lama dari MFT sebelum menuliskan yang baru.

Memang dengan memperbesar MFT, masalah dapat teratasi. Namun, trik ini hanya berfungsi pada hard disk bersistem file NTFS.

Langkahnya jalankan editor registry melalui ‘Start | Run’ dan ketik perintah

Regedit

Carilah key ‘HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Control\File-System’. Bila belum ada buatlah sebuah nilai DWORD ‘NtfsMftZoneReservation’.

Biasanya Anda cukup memberi nilai ‘1’ kepada entri ini. Bila Anda memiliki ribuan file dan program pada hard disk,

tingkatkan nilainya menjadi ‘2’. Restart PC agar perubahan menjadi efektif.

· Membuang driver rusak

Salah satu penyebab utama sistem mengalami crash adalah driver rusak yang di-load pada saat booting. Dengan ‘Driver Verifier Manager’, Anda dapat menemukan driverdriver yang rusak.Sebelum melakukan langkah ini, pastikan sudah melakukan created restore point agar jika tidak bisa booting atau ada masalah dapat direstore kembali di safemode

langkahnya Klik ‘Start |Run’ dan masukkan

Verifier

untuk menampilkan ‘Driver Verifier’. Pilihlah ‘Create standard settings’. Bila Anda mencurigai sebuah driver tertentu, aktifkan ‘Select driver names from a list’. Bila tidak, pilih ‘Automatically select all drivers installed’. Setelah melewati beberapa window, restart PC. Setelah Anda sampai ke desktop, aktifkan kembali ‘Driver Verifier’. Pilih ‘Display information about…’. Bila Anda mendapatkan Blue Screen saat boot, jalankan Windows dalam Safe Mode dan singkirkan driver rusak yang tercantum dalam Blue Screen. Kini, nonaktifkan Driver Verifier dengan perintah

verifier.exe/reset

Selanjutnya, restart XP Anda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar